Agni Homa Vajrasattva di Vihara Vajra Bumi Giri Putra Perpaduan Indah antara Tradisi, Spiritual, dan Toleransi

  2024年06月26日
  瀏覽人次:    640



Pada tanggal 26 Juni, di Cipari, Cilacap, Jawa Tengah, umat Buddha Tantrayana di bawah naungan Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia Kabupaten Cilacap menggelar ritual Puja Agni Homa Pemberkahan dan Penyeberangan dengan adhinata Vajrasattva di Vihara Vajra Bumi Giri Putra, Dusun Segaralangu, RT.04, RW. 04, Kecamatan Cipari. Upacara yang dipimpin oleh Ketua Vidyakasabha Zhenfo Zong Kasogatan Acarya Shi Lianfei ini berlangsung khidmat dan penuh makna.

Upacara diawali dengan prosesi penjemputan upacarika oleh Muda-mudi vihara. Perpaduan corak busana adat tim prosesi dengan budaya Jawa mencerminkan akulturasi yang indah. Diiringi rapalan serat pandonga (surat doa) dalam Bahasa Jawa dan lantunan mantra dalam Bahasa Sanskerta, umat khusyuk memanjatkan doa dan mencapai konsentrasi mendalam.

Agni Homa (api homa) merupakan salah satu ritual penting dalam Agama Buddha Tantrayana (Vajrayana). Melalui ritual ini, umat mempersembahkan ketulusan hati mereka kepada Para Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, dan Dewa. Simbol-simbol ketulusan ini diwujudkan dalam bentuk sarana puja yang dimasukkan ke dalam tungku untuk dipersembahkan kepada para makhluk suci melalui Dewa Api.

Seperti halnya masyarakat Jawa yang mengungkapkan syukur kepada Yang Mahakuasa melalui Sedekah Bumi dan Sedekah Laut, bagi umat Buddha Tantrayana di Cilacap, Agni Homa menjadi cara mereka untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa melalui Dewa Api. Sarana puja dalam Agni Homa mewakili 5 unsur pembentuk kehidupan: tanah, air, api, angin, dan angkasa. Melalui media api suci, ketulusan hati dipersembahkan kepada Hyang Kuasa. Api melambangkan kesucian, di mana semua kotoran akan sirna.

Melalui ritual Agni Homa, sadhaka diharapkan mencapai penyatuan dengan Adinata dan kesucian agni. Penyatuan ini diyakini mampu menghilangkan kegalauan dan sifat angkara murka dalam diri, sehingga membawa berkah dan menjauhkan petaka.

Upacara Agni Homa kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd., beserta jajaran, Ketua Umum Zhenfo Zong Kasogatan, Winarni Harsono, dan Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono. Upacara ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, termasuk Camat Cipari, Kusnadi, Kepala Desa Segaralangu, Ismail, jajaran Polsek Cipari, Danramil Sidareja, tokoh masyarakat setempat, dan warga sekitar.

Masyarakat di sekitar vihara menunjukkan toleransi tinggi terhadap kehidupan beragama. Di hari yang sama dengan upacara, warga tetangga vihara yang beragama Islam sedang mengadakan hajatan. Dengan penuh tenggang rasa, mereka memberikan kesempatan kepada vihara untuk menyelesaikan rangkaian upacara terlebih dahulu sebelum menyalakan sound system hajatan.

Selain itu, masyarakat non-Budhis di Cipari juga memberikan dukungan penuh dalam upacara ini. Pemuda Karang Taruna membantu persiapan acara, keamanan, dan parkir. Warga non-Budhis pun banyak yang hadir dan menghantarkan makanan kecil untuk konsumsi. Semangat toleransi ini patut diapresiasi dan ditiru.

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi sangat mengapresiasi toleransi tinggi yang ditunjukkan masyarakat di sini. Dalam sambutannya, Ketua Umum Zhenfo Zong Kasogatan, Winarni Harsono, memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Segaralangu, Ismail, atas pembangunan jalan yang melintasi vihara, sehingga para tamu undangan dapat mencapai Vihara Vajra Bumi Giri Putra dengan mudah dan nyaman.

Setelah upacara selesai, Dirjen Bimas Buddha menandatangani prasasti Sekolah Minggu Buddha Zhenfo Zong Vajra Dharma. Sekolah Minggu ini merupakan lembaga pendidikan non-formal binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang berkedudukan di Vihara Vajra Bumi Giri Putra.

Upacara Agni Homa di Vihara Vajra Bumi Giri Putra merupakan perpaduan indah antara tradisi, makna spiritual, dan toleransi. Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dalam Dharmabakti ke Cilacap kali ini, Acarya Shi Lianfei berkenan memimpin Upacara Pemberkatan Pernikahan umat di Vihara Vajra Bumi Giri Putra. Beliau juga mengunjungi rumah salah satu umat untuk melakukan abhiseka altar. Acarya sangat terharu saat memasuki rumah yang sederhana tersebut. Dihuni oleh keluarga prasejahtera, rumah ini memiliki altar khusus untuk puja bakti. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, umat tersebut tekun bersadhana.

慈藏雷藏寺舉辦金剛薩埵護摩大法會一場將傳統心靈及寬容融合為一的法會呈現

中爪哇Cilacap, 真佛宗密教總協會屬下的真佛弟子,假座慈藏雷藏寺舉辦金剛薩埵祈福超度護摩大法會。恭請真佛宗密教總協會僧團主席釋蓮飛上師主壇。這是一場非常莊嚴殊勝又充滿意義的法會。
法會開始由慈藏雷藏寺青年組的迎師隊恭迎上師及教授師入壇場。迎師組全都穿著爪哇的傳統民族服飾,非常亮麗。法會疏文是以爪哇語宣讀,咒音是以梵文唱誦,同門都虔誠地唱誦祈禱,並進入專一的境界。
護摩火供是密教修行很重要的一環,通過護摩信徒可將其虔敬的供養之心上達天聽,其方式即是將準備好的供品投入護摩爐中,請火天神轉給佛菩薩諸尊。這就如爪哇島的人們想對上天表示感激之情,會通傳統儀式供養他們所得的土產或海產,而在Cilacap的真佛弟子,則利用護摩的方式,通過火天神,來表達他們對上蒼的感激之情。在護摩供品中,包括了五行,金木水火土,及五輪地水火風空。在護摩火及咒音中,行者虔誠的心意被供養給諸尊神眾。火代表淨化,任何污穢都將消失殆盡。護摩進行中,行者須要讓自身與本尊及火合一,若能真正合一,即可消除一切障礙及自身的不良習性,如此才能真正得到福報,遠離災禍。
此次護摩法會有許多貴賓列席: 印尼宗教部佛教司長Supriyadi 先生及隨員,真佛宗密教總協會主席月琴師姐,WALUBI中爪哇分會會長Tanto師兄,還有政府本地的官員也大力支持,如縣長、村長、Cipari警察局等,以及本地的社會名人,附近的村民,都來參加此次盛會。
在慈藏雷藏寺週邊的居民,對宗教生活表現出最大的寬容,例如法會當天,寺廟臨近的回教徒也正在舉辦隆重婚禮,但他們尊重寺廟的法會,一直等到法會結束,他們才開啟擴音器。另外在寺廟附近的非佛教徒,也表現出十分支持的態度。例如Karang Taruna的青年團,他們都來幫忙法會的準備事宜、保安、停車等工作。附近的居民也會來參加法會,並帶上小點心分給大家。這種寬容的精神非常值得感恩並學習。
佛教司長Supriyadi先生就非常推崇這種寬容的精神,他說在Cipari的居民所表現的寬容是最好的榜樣。真佛宗密教總協會主席月琴師姐致詞時,特別感謝村長Ismail 先生,謝謝他把通往慈藏雷藏寺的斜坡道路修建得很好,這使得被邀請的貴賓,來到慈藏雷藏寺感覺更容易更安全了!
法會結束後,佛教司長特別在慈藏雷藏寺佛學班的碑石上簽名。使此佛學班成為印尼宗教部佛教司社會輔導處轄下的一個非正式教育機構。
在慈藏雷藏寺所舉辦的護摩法會,已經成為一種融合了傳統、心靈、及寬容的活動。此次法會讓我們體會到了,不同宗教信仰更須注重和睦相處的重要性。
釋蓮飛上師此次的弘法行程,除了主壇法會,還為慈藏雷藏寺的一對新人主持福證儀式。另外上師也去到一位同門家中,為其新立的壇城開光加持。當上師進入這位同門家中時,非常感動,因為這位同門生活並不富裕,家中非常簡樸,卻發心設立壇城,精進修法,這是非常難能可貴的。
釋蓮飛上師一行人的弘法行程圓滿完成。

 

印尼雷藏寺

Vihara Vajra Bumi Nusantara
QHFV+XV8, Jl. Permata Sari, Binong, Kecamatan. Curug
國家 : Indonesia
電話 : +62 21 591-2098
電郵 :