Upacara Api Homa Pingala Kumara 10 Mei 2026
2026年05月10日
瀏覽人次: 144
Suasana Penuh Sukacita Warnai Puja Api Homa Pingalakumara di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya
Palembang, 10 Mei 2026 pukul 16.00 WIB — Suasana penuh sukacita menyelimuti pelaksanaan Puja Api Homa Pingalakumara yang diselenggarakan di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya. Upacara sakral ini berlangsung dengan khidmat dan dipenuhi semangat kebersamaan dari para umat yang hadir sejak sore hari.
Upacara ini dipimpin oleh Acarya Shi Lian Pu, didampingi Pandita Dharmaduta Deddy Harnata dari kota Lubuk Linggau, serta Pandita Lokapalasraya Herlina, Pandita Lokapalasraya Denny dan Pandita Lokapalasraya Sukim.
Karena untuk pertama kalinya diadakan Upacara Puja Api Homa dengan Yidam Pingalakumara di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya, umat yang hadir tampak sangat antusias membawa beraneka ragam persembahan sebagai ungkapan ketulusan hati. Ratusan umat yang hadir tampak mengikuti setiap rangkaian prosesi dengan tertib.Nyala api homa yang berkobar menjadi simbol pembakaran segala karma buruk dan energi negatif.
Kemudian dalam dharmadesananya, Acarya Shi Lian Pu menyampaikan bahwa pelaksanaan Puja Api Homa Pingalakumara yang bertepatan dengan Hari Ibu Internasional memiliki makna yang sangat istimewa. Beliau menjelaskan bahwa sosok Pingalakumara memiliki hubungan erat dengan figur ibu melalui kisah Hariti, seorang yaksi perempuan pada zaman Buddha Sakyamuni.
Acarya Shi Lian Pu kemudian menceritakan legenda Hariti yang dahulu dikenal menculik anak-anak manusia. Melihat penderitaan para ibu yang kehilangan anak, Sang Buddha Sakyamuni menggunakan kebijaksanaan dan welas asih untuk menyadarkan Hariti dengan menculik salah satu anak kesayangannya, Pingalakumara atau 滿願童子.
Dari pengalaman kehilangan tersebut, Hariti akhirnya menyadari penderitaan para ibu yang anaknya ia culik. Setelah bertobat dan bersarana kepada Buddha, Dharma, dan Sangha, Hariti berjanji tidak lagi mencelakai anak-anak manusia dan berubah menjadi pelindung anak-anak serta pelindung Dharma.
Acarya Shi Lian Pu juga menjelaskan bahwa sosok Hariti dikenal di berbagai budaya dengan nama dan wujud berbeda-beda, seperti Men Brayut di Bali, Kishimojin di Jepang, hingga Dewi Kelahiran dalam tradisi Tao dipuja dengan nama 註生娘娘. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran welas asih dan perlindungan terhadap anak-anak telah dikenal luas dalam berbagai tradisi spiritual.
Selain itu, Acarya Shi Lian Pu mengingatkan umat untuk selalu menepati niat dan janji ketika melakukan persembahan kepada Pingalakumara. Beliau menekankan pentingnya ketulusan hati, keyakinan, serta menjaga pikiran dan ucapan agar selaras dengan Dharma.
Di akhir dharmadesana, Acarya Shi Lian Pu berharap seluruh umat yang hadir memperoleh berkah, terkabulnya harapan baik, serta kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh makna hingga menjelang malam hari.
Upacara Puja Api Homa Pingalakumara ini menjadi salah satu momen spiritual yang mempererat kebersamaan umat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebajikan dan welas asih dalam kehidupan sehari-hari.
